PERAYAAN IMLEK KU DI TAHUN 2019

Hai semuanya☺Nama saya Elisabeth. Ini blog pertamaku. Kali ini saya akan bercerita tentang perayaan imlek tahun ini. Hari ini adalah hari ke-7 setelah imlek. 


Sebelumnya, saya ingin mengucapkan Happy Chinese New Year bagi yang merayakan. Semoga berkah dan rezeki kalian di imlek kali ini lebih makin bertambah dengan keberuntungan dan dipenuhi oleh berkat dari Tuhan.

Sesuai sama judul blog di atas, yaitu Perayaan Imlek Ku Di Tahun 2019, saya akan menceritakan perayaan imlek saya tahun ini.

Selamat Membaca!☺

Sehari sebelum hari raya imlek tiba (Senin, 4 Februari 2019) saya sangat bosan harus melakukan apa dirumah karena pada hari itu sekolah libur. Akhirnya, saya memutuskan untuk membuat sebuah lampion dari angpao bekas imlek tahun lalu. Tetapi karena angpao bekas yang tersisa diperkirakan tidak cukup untuk membuat lampion, jadi alhasil saya membuat sebuah kipas kecil dari angpao bekas ☺

Perayaan Imlek

Imlek tahun ini saya merasa sedikit sedih karena banyak dari keluarga oma saya yang meninggalkan kami semua. Tapi kami tetap merayakan imlek dengan penuh suka cita ☺
Pertama, saya berkunjung ke rumah oma saya di daerah Poris, Tangerang. Saya dan keluarga mengucapkan "KIONG HI" kepada oma dan opa saya. Kami berkumpul, berbincang, dan makan bakmie bersama-sama. Seperti sudah menjadi tradisi kami setiap perayaan imlek, kami selalu pergi ke rumah MAKCO (orang tua dari oma saya). Sekitar pukul 11.00 WIB kami semua berangkat ke rumah MAKCO di daerah Jelambar. Ternyata cuaca saat itu sangat panas karena hari tambah siang ditambah lagi keadaan jalanan dari Daan Mogot - Jelambar macet parah. Sekitar 2 jam lebih akhirnya kami semua tiba di rumah Jelambar. Ternyata sudah banyak saudara-saudara yang datang dan berkumpul.
Saya dan keluarga langsung saling bersapa dan mengucapkan "KIONG HI" kepada semua saudara disana. Banyak makanan ringan yang sudah disediakan di atas meja seperti, kue nastar, kue sagu, kue kacang, kue semprong, buah rambutan, buah duku, dan lain-lain. 


Sebelum kami melanjutkan perjalanan kembali, tidak lupa saya diberikan angpao dari keluarga dan saudara-saudara yang ada di Jelambar. Tidak sadar kami asyik berbincang, ternyata hari sudah mulai petang. Jam menunjukkan pukul 14.30 kami harus kembali melakukan perjalanan ke rumah kakak dari opa saya di daerah Tomang. Kami juga berbincang asyik dengan keluarga kakak dari opa saya. Saya juga diberi angpao yang cukup banyak dari saudara di Tomang. Setelah itu, kami pergi ke rumah kakak opa saya yang kedua di daerah Greenfield, Kepa Duri, Tomang. Kami juga melakukan hal yang sama disana. Terlalu asyik berbincang, tak sadar hari mulai gelap. Jam menunjukkan pukul !7.45 WIB dan kami semua berpamitan untuk pulang ke rumah kami masing-masing. 

Saat diperjalanan menuju Tangerang, begitu banyak kendaraan yang melintas kemanapun arahnya. Hal itu membuat seluruh jalanan macet total. Saya sungguh lelah, akibatnya saya ketiduran di dalam mobil opa saya. Setibanya di rumah, saya melihat jam menunjukkan pukul 19.30 WIB. Ternyata perjalanan kami pulang ke Tangerang membutuhkan waktu yang cukup lama. 


Jadi, ini ceritaku di imlek tahun ini. Mungkin memang tidak terlalu banyak waktu untuk lebih lama berkumpul, angpao yang kudapat juga tidak sebanyak kalian, tapi cara kita berkumpul dan berbincang lah dimana rasa kebersamaan itu yang dicari dan tetap mensyukuri apa yang telah kita terima saat ini yang belum tentu semua orang dapatkan ☺Apalah arti angpao yang hanya rezeki dari Tuhan yang harus kita syukuri. ^^

BERSYUKUR TANPA  BATAS. ^^

Terima kasih sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca blog ku ini. Maaf jika ada kesalahan kata yang tidak berkenan. 
So, jangan lupa like dan comment yang berkesan ya! :)
Kalian juga bisa share pengalaman perayaan imlek kalian ya di kolom komentar... ❤




Senin, 11 Februari 2019



Komentar

  1. Pengalaman yang sangat menarik. Tapi masih banyak kata-kata yang harus diperbaiki lagi dalam pembuatan ceritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas saran nya πŸ™πŸ»πŸ˜Š

      Hapus
  2. menginspirasi bangettttπŸ˜„πŸ€—

    BalasHapus
  3. Seru juga ya acaranya. Banyak saudara2 kita yg tidak punya kesempatan yang sama. Jadi bersyukurlah atas apa yang bisa Cio dapatkan. Berbagi cerita ini juga salah satu motivasi untuk teman2 san keluarga lain yang awalnya enggan merayakan menjadi terinspirasi untuk bisa merayakan. Happy Chinesse New Year Cio.. semoga tahun ini membawa berkat kebahagian, kesuksesan dan kesehatan. Tuhan Yesus berkati. Fr; Papi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih papi 😘 Amin πŸ™πŸ»

      Hapus
  4. Ceritanya sngt membuat terinspirasi banyak orang. Semoga dapat lebih baik lagi πŸ™

    BalasHapus
  5. Bagus banget cerita nya ☺ smoga mengispirasi bnyk orng

    BalasHapus
  6. wahhh asikk sekali perayaan imlek tahun iniπŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih hehe. Terima kasih sudah membaca πŸ™πŸ»

      Hapus
  7. suka bacanya ketikannya rapihh😍😍😍

    BalasHapus
  8. Seru sekali perayaan imleknya haha

    BalasHapus
  9. Menarik jg imleknya ya, mau jg dong dibuatin kipasnya 😁

    BalasHapus
  10. Kebersamaan bisa berkumpul dengan keluarga lebih besar dr pd. Angpao yg banyak yah beth. Tetep semangat n bikin Lg siapa tau bisa jd blogger.πŸ˜„

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget Ter. Keluarga adalah harta yang paling indah. Sip, nanti kalo ada waktu luang dan punya ide akan nulis blog lagi. AMIN, kamu juga ya. Thanks udah komen :)

      Hapus
  11. Harus tetap bersyukur yah tetap bisa berkumpul di hari raya imlek dengan keluarga besar walaupun ada anggota keluarga yang pergi terlebih dahulu meninggalkan. Semoga perayaan imlek thn depan bisa lebih menarik lagi dan tetap bisa berkumpul bersama keluarga besar tercinta ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ii. AMIN. Semoga kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi. Terima kasih sudah komen :)

      Hapus
  12. Wah bagus banget
    Saya suka saya suka

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Wah,pengalaman yang menarik sekali serta penulisan yg sangat rapi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Meisel πŸ’• Terimakasih udah membaca πŸ™

      Hapus
  15. Wah pengalaman yang sangat seru sekali

    BalasHapus
  16. wah wah kebersamaan memang penting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget tuh pak πŸ‘ Terima Kasih sudah membaca cerita saya πŸ™

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKS EKSPLANASI

RESENSI BUKU NON-FIKSI

Puisi ku