Teks Editorial

Ricuh Sebabkan Terbakarnya Restoran di Yogyakarta.


Beberapa hari terakhir ini, rakyat digemparkan oleh RUU Cipta Kerja yang telah dirumuskan oleh DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) bersama dengan pemerintah dan perwakilan serikat bekerja. Hasil keputusan RUU Cipta Kerja ini tidak dapat diterima oleh para rakyat Indonesia yang kebanyakan berperan sebagai buruh/pekerja. Mengapa? Karena hasil RUU Cipta Kerja tersebut dianggap merugikan dan tidak adil bagi para rakyat yang bekerja sebagai buruh/pekerja. Hal tersebut menimbulkan konflik antara rakyat dengan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) yang dimana seharusnya sebagai anggota perwakilan rakyat, DPR itu mendengarkan keluh kesah para rakyat kecil/mendengarkan suara rakyat, membantu rakyat untuk mendapatkan hak-hak mereka di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Konflik yang terjadi akibat penolakan RUU Cipta Kerja saat ini berupa demonstrasi di berbagai kota dan daerah yang terdapat lembaga perwakilan rakyat tersebut, seperti salah satunya adalah kota Yogyakarta. Para buruh/pekerja hingga mahasiswa dan anak sekolah berjenjang SMA sederajat mengikuti aksi demonstrasi tersebut. Pasalnya, demonstrasi ini menimbulkan kericuhan yang mengakibatkan kerugian besar oleh beberapa pihak tertentu. Peserta aksi mulai berjalan kaki dari sejumlah titik menuju gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai tempat pelaksana "Aksi Jogja Memanggil".

Dilansir dari Liputan6.com, Kamis, 8 Oktober 2020, Restoran Legian Garden yang berlokasi di sebelah selatan gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta di Jalan Malioboro terbakar. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan kericuhan penolakan RUU dalam "Aksi Jogja Memanggil Menolak UU Cipta Kerja". Hal ini terduga disebabkan oleh sasaran amuk massa yang mengikuti aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, dimana lokasi restoran tersebut berdekatan dengan tempat massa berunjuk rasa. Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 15.45 WIB dimana situasi tempat pelaksanaan "Aksi Jogja Memanggil" sudah tidak kondusif. Menurut salah satu warga sekitar, peristiwa kebakaran ini bermula dari tercium aroma bensin dari restoran tersebut. Namun hingga kini, penyebab dari kebakaran yang melahap bangunan cafe tersebut belum bisa diketahui asal-usulnya. Beruntung api cepat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran kota Yogyakarta, sehingga api tidak menyebar ke bangunan yang lain. Kini, kondisi bangunan restoran Legian Garden yang terdiri atas 2 (dua) lantai tersebut terbakar hangus.

Kericuhan ini menyebabkan kerugian besar, baik bagi massa (sebagai peserta unjuk rasa) maupun bagi pihak aparat kepolisian (sebagai petugas melindungi dan menjaga pihak-pihak terkait di dalam gedung DPR/DPRD). Seharusnya, hal ini ditanggapi dengan baik yaitu dengan cara melaksanakan demonstrasi secara tepat dan benar (tidak menimbulkan kericuhan) dan tetap pada jalur aman dan tertib. Sehingga tidak akan menimbulkan akibat-akibat yang tidak diinginkan bagi semua pihak.

Informasi dikutip dari beberapa sumber melalui media internet.

~~~~~ * ~~~~~

Sekian informasi berita mengenai "Ricuh Sebabkan Terbakarnya Restoran di Yogyakarta" ini. Mohon maaf sebelumnya jika ada kesalahan kata yang tidak berkenan. Jika ada kritik serta saran, mohon sampaikan melalui komentar dibawah. Sekian dan terima kasih.


[TUGAS BAHASA INDONESIA]
Guru mapel: Aemilia Dessy, S.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKS EKSPLANASI

RESENSI BUKU NON-FIKSI

Puisi ku